Snippet

Latar Belakang


Semangat reformasi di bidang pendidikan yang terkandung dalam pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 telah diatur lebih lanjut dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas). Visi Misi Kemdikbud yang tertuang dalam rencana strategis Kementerian Pendidikan Nasional 2010-2014 menetapkan bahwa “Terselenggaranya Layanan Prima Pendidikan Nasional untuk Membentuk Insan Indonesia Cerdas, Komprehensif”  memuat Misi 5 K yakni:
1.  Meningkatkan Ketersediaan Layanan Pendidikan;
2.  Memperluas Keterjangkauan Layanan Pendidikan;
3.  Meningkatkan Kualitas/Mutu dan Relevansi Layanan Pendidikan;
4.  Mewujudkan Kesetaraan Dalam Memperoleh Layanan          Pendidikan; dan
5.  Menjamin Kepastian Memperoleh Layanan Pendidikan.
dengan Moto “ Melayani Semua dengan Amanah” memberi harapan besar pada jenjang terbawah sekalipun’
           
            Merujuk pada Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) bahwa Tujuan Pembelajaran IPS adalah mengembangkan potensi Peserta Didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat, memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa diri sendiri atau masyarakat.

Untuk mancapai tujuan tersebut maka MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) sebagai wadah/ sarana peningkatan mutu pendidikan khususnya bagi pendidik/ guru-guru mata pelajaran IPS SMP/MTs yang terdapat di lingkungan Wilayah 1 Kabupaten Sumedang sudah berjalan sejak tahun 2008. Namun perjalanan MGMP IPS di wilayah Wilayah 1 Kabupaten Sumedang ini sering kali tersendat-sendat; banyak faktor yang mempengaruhinya antara lain kondisi keuangan atau biaya operasional, jarak yang berjauhan, pengaturan jadwal mengajar di sekolah masing-masing masih berbenturan dengan jadwal kegiatan MGMP yang dilaksanakan setiap hari Kamis dua minggu satu kali, kurangnya koordinasi dengan MGMP pusat di Kabupaten dan lemahnya kontrol dari pimpinan pusat.

Pelaksanaan kegiatan tersebut meliputi Pembuatan Silabus, RPP, Pembuatan Bahan Ajar, Lesson Study dan pendekatan PAIKEM. Pembelajaran berbasis ICT dan Website. Pendidikan Karakter Bangsa, Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Penilaian Pembelajaran. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka peningkatan dan pengembangan program pendidikan dan pembelajaran khususnya mata pelajaran IPS yang terdiri dari sub-bidang studi geografi, sejarah, ekonomi, dan sosiologi yang dikembangkan menjadi mata pelajaran IPS Terpadu.

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dirasakan sangat penting sehubungan  dengan peningkatan kompetensi dan profesionalitas guru khususnya mata pelajaran IPS.  Mata pelajaran ini sering kali kurang mendapat perhatian dari lembaga-lembaga terkait karena termasuk mata pelajaran yang tidak di-Ujian Nasional-kan, padahal apabila dilihat dari bobot materi maupun unsur pendidikan sangat menyentuh segi sosial atau humans peserta didik dan itu sangat penting bagi mereka pada kehidupan bermasyarakat kelak.

Pendidikan di sekolah tidak berdiri sendiri di dalamnya melibatkan banyak pihak selain peserta didik, pendidik dan bahan ajar juga stakeholder yang terlibat diantaranya forum MGMP, Komite Sekolah, Wilayah, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Dinas Pendidikan Provinsi dan Direktorat Jenderal Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar  memiliki peran yang sangat penting bagi peningkatan kualitas pendidikan.  Sebagai salah satu faktor yang memiliki arti penting dalam pendidikan adalah guru;  mereka dituntut untuk berpikir kritis, kreatif, cerdik, trampil dan inovatif.

Salah satu upaya Peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru/ pendidik yang diadakan oleh Ditjen P2TK Dikdas, Ditjen Dikdas Kemdikbud dengan melaksanakan program Pemberian Bantuan Dana Pengembangan Karir Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) merupakan langkah yang tepat dan berdaya guna (efektif dan efisien) demi mencapai Tujuan Pendidikan Nasional.

Kenyataan di lapangan masih banyak guru yang belum memahami kurikulum secara benar, pedoman KTSP yang memuat Standar Isi, Standar Proses dan Standar Kompetensi Lulusan yang dikeluarkan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) belum dikuasai seluruhnya,  Lesson Study dan PAIKEM (Pembelajaran yang Aktif, Inovatif, Kreatif, Edukatif dan Menyenangkan) masih perlu pembinaan yang berkelanjutan melalui revitalisasi wadah pengembangan profesi guru SMP/MTs khususnya untuk mata pelajaran IPS, selain itu masih banyak kebutuhan guru IPS khususnya untuk meningkatkan profesionalisme dan pengembangan diri seperti pembuatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam pembelajaran, Implementasi Model Pembelajaran, dan peningkatan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya seperti tercantum dala Permen PAN Nomor 16 Tahun 2009.
Untuk mencapai delapan Standar Pendidikan yang meliputi Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan dan Standar Penilaian serta untuk  memenuhi kebutuhan guru maka program yang diajukan dalam proposal ini meliputi aspek-aspek berikut ini:
1.  Pemahaman materi tentang Kebijakan Pembinaan Karier PTK         SMP: Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), meliputi:.
·      Pengembangan Diri,
·      Publikasi Ilmiah,
·      Karya Inovatif.
2. Penulisan Publikasi Ilmiah, meliputi:
     a.   Penulisan Hasil Penelitian;
     b.   Penulisan Artikel Ilmiah;

Leave a Reply